Saat Ibu Merasa Jenuh dan Ingin Menyerah: Sebuah Pelukan dari Hati ke Hati
Saat Ibu Merasa Jenuh dan Ingin Menyerah: Sebuah Pelukan dari Hati ke Hati
Pernahkah Ibu merasa jenuh? Lelah? Bingung untuk apa lagi semua ini dijalani?
Jika iya… Ibu tidak sendiri ๐
Menjadi ibu adalah anugerah, tapi juga perjuangan. Kita tersenyum saat hati remuk. Kita melayani saat tubuh ingin rebah. Kita memeluk anak saat diri sendiri ingin dipeluk.
๐ Kenapa Rasa Jenuh Itu Datang?
- ๐ช️ Rutinitas yang sama setiap hari
- ๐ง Tidak ada waktu untuk diri sendiri
- ๐ค Perasaan tidak dimengerti oleh pasangan atau orang sekitar
- ๐ Merasa kehilangan jati diri sebelum menikah
Dan semua itu… sah, valid, dan manusiawi.
๐ค️ Apa yang Bisa Kita Lakukan Saat Jenuh Melanda?
1. Ambil Waktu untuk Diri Sendiri ๐ฟ
Meski 10 menit. Duduk diam. Minum teh favorit. Tarik napas. Menulis. Mendengarkan lagu. "Me-time" bukan egois — tapi penguat agar Ibu bisa terus memberi.
2. Cerita dengan Teman Sesama Ibu ๐ฌ
Cari teman bicara yang bisa dipercaya. Ibu yang saling mendengar bisa saling menyembuhkan. Kadang, cerita tanpa solusi saja sudah cukup meredakan.
3. Tulis Apa yang Ibu Rasakan ๐
Luapkan semuanya di buku atau blog. Kadang, saat kita menuliskannya, rasa berat jadi lebih ringan. Siapa tahu bisa jadi inspirasi bagi ibu lain juga.
4. Ingat Tujuan Awal ๐
Ingat saat Ibu ingin punya anak dan keluarga yang hangat? Itu masih ada, hanya tertutup oleh lelah sesaat. Ingat, semua ini bernilai dan bermakna.
๐ฌ Yuk Cerita Bareng
Di kolom komentar, yuk jawab:
- ๐ฑ Kapan terakhir kali Ibu merasa jenuh?
- ๐ผ Apa yang Ibu lakukan untuk bangkit kembali?
Kita sa

Komentar
Posting Komentar